oleh

DPRD Dukung Iklim Investasi yang Sehat dan Berkelanjutan

JURNALMEDIA, BANDUNG – Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Eko Kurnianto W., S.T., M.PMat., menegaskan pentingnya membangun tata kelola investasi yang modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif di Kota Bandung.

Pernyataan tersebut disampaikan Eko saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi pelaku usaha non-UMK yang diselenggarakan DPMPTSP Kota Bandung di Grandia Hotel Bandung, Kamis (21/5/2026).

Menurut Eko, Kota Bandung memiliki potensi investasi yang terus berkembang di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, kuliner, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut harus didukung oleh sistem pelayanan investasi yang mampu memberikan kepastian hukum, kemudahan berusaha, dan rasa aman bagi para investor.

“Penerapan OSS RBA dan LKPM merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat iklim investasi sekaligus meningkatkan kemudahan berusaha. Pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel menjadi kebutuhan utama di era persaingan global saat ini,” ujarnya.

Eko menjelaskan, OSS RBA bukan sekadar platform digital perizinan, melainkan bagian dari transformasi besar dalam tata kelola pelayanan publik. Melalui pendekatan berbasis risiko, pemerintah dapat menerapkan mekanisme pengawasan yang lebih efektif dan proporsional sesuai karakteristik masing-masing jenis usaha.

Menurutnya, setiap sektor usaha memiliki tingkat risiko yang berbeda sehingga proses perizinan dan pengawasannya tidak dapat disamaratakan.

“Semakin tinggi tingkat risiko suatu usaha, semakin besar pula standar dan tanggung jawab yang harus dipenuhi. Sistem ini membuat pelayanan menjadi lebih tepat sasaran sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Ia menambahkan, di era digital saat ini investor memiliki akses informasi yang sangat luas dan mampu membandingkan kualitas pelayanan antarwilayah secara cepat. Karena itu, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan investasi.

“Investor sekarang bisa menilai dan membandingkan pelayanan berbagai daerah secara real-time. Jika kita ingin menjadi tujuan investasi, maka pelayanan harus profesional, cepat, mudah, dan terpercaya,” katanya.

Selain mendorong implementasi OSS RBA, Eko juga menekankan pentingnya Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebagai instrumen evaluasi dan pengawasan investasi. Melalui LKPM, pemerintah dapat memantau perkembangan usaha, realisasi investasi, hingga kontribusi investasi terhadap penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, investasi memiliki dampak yang sangat luas terhadap pembangunan daerah karena berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pengurangan angka pengangguran.

“Ketika investasi tumbuh, roda ekonomi bergerak lebih cepat. Dampaknya bukan hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat melalui terciptanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya kualitas hidup,” ungkapnya.

Eko juga mengapresiasi langkah DPMPTSP Kota Bandung yang terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha terkait implementasi OSS RBA dan LKPM. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepatuhan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.

Sebagai mitra pemerintah daerah, DPRD Kota Bandung, lanjut Eko, berkomitmen mendukung berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan investasi dan memperkuat daya saing daerah.

“Kami mendukung penuh berbagai upaya yang dapat menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun perekonomian Kota Bandung yang lebih kuat,” tegasnya.

Ia berharap penguatan pendampingan usaha, kemudahan legalitas, serta kebijakan yang berbasis data dapat terus mendorong peningkatan investasi di Kota Bandung sehingga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ketika investasi tumbuh, ekonomi bergerak. Ketika ekonomi bergerak, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Karena itu, seluruh pihak harus menjaga soliditas dan bersama-sama mendukung kemajuan Kota Bandung,” pungkasnya.

Komentar