oleh

Muhammad Attalah Raih 2 Sertifikat HAKI Kemenkumham

JURNAL MEDIA, BANDUNG – Kabar membanggakan datang dari siswa SLBN Cicendo, Kota Bandung.

Seni gambar “Sugar Boy” dan “Manis” karya Muhammad Attalah Rasikhah, siswa kelas XI SLBN Cicendo ini mendapatkan 2 Sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kanwil Kemenkumham Jawa Barat.

Saat ditemui di sekolah, Tala, sapaan akrabnya, mengaku sangat senang dan bangga atas sertifikat HAKI yang ia terima. Ini menandakan bahwa karyanya sudah memperoleh perlindungan secara hukum.

Sambil ditemani guru pendamping, ia bercerita, dari kecil dirinya memang sudah suka menggambar. “Inspirasinya datang dari Instagram dan Pinterest. Saya terus mengulik sampai akhirnya bisa buat sendiri,” ungkapnya, Senin (19/2/2024).

Bahkan, karyanya tersebut sudah masuk ke Webtoon. Tokoh yang ia buat adalah dirinya sendiri. “Saya buat versi kartunnya. Karakternya bernama Sugar Boy,” ujar Tala yang bercita-cita menjadi kreator.

Dalam waktu dekat, Tala berharap bisa lebih mengasah skill dan melanjutkan series Webtoon yang sedikit terhambat karena kesibukannya sebagai siswa.

Prestasinya tersebut tentu membuat sekolah dan teman-teman Tala ikut bangga serta termotivasi untuk mengikuti langkah serupa. Nah, prestasi Tala ini pastinya tak lepas dari peran sekolah dan orang tua yang terus men-support talenta Tala.

Kepala SLBN Cicendo, Wawan pun merasa bangga atas prestasi yang diraih oleh salah satu peserta didiknya. “Sebuah kebanggaan bagi kami menyaksikan karya-karya terbaik Muhammad Attalah, hak ciptanya dipatenkan,” ujarnya.

Secara sistem, tambahnya, dukungan yang dilakukan oleh sekolah adalah upaya untuk mendorong pada prosesnya (pendaftaran hak cipta). “Menurut kami, itu bagian yang sangat penting supaya karya anak-anak kami terjaga dan punya hak cipta. Hak karya intelektual itu kan sebenarnya menjaga supaya karya-karya kita punya kekuatan hukum sehingga tidak diklaim pihak lain,” tuturnya.

Ia berharap, pemberian sertifikat HAKI ini mampu menginspirasi dan memotivasi peserta didik lain agar bisa seperti Tala, bahkan mungkin lebih. “Yang dibutuhkan adalah kesempatan untuk mendapatkan haknya, latihan yang tepat, dan kesempatan karyanya dipublikasikan,” tutupnya.

Karya Tala ini sudah tersedia di salah satu marketplace. Produknya bisa dilihat di https://shp.ee/4ahfwc4 .***

Komentar

Berita Lainnya