JURNAL MEDIA, BEKASI — DPRD Provinsi Jawa Barat berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Tahun 2026 tidak hanya melahirkan prestasi atlet, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, mengatakan penyelenggaraan PORPROV yang berlangsung selama 13 hari diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah tuan rumah maupun wilayah pendamping.
“Penyelenggaraan PORPROV harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitar venue pertandingan,” kata Hasbullah usai meninjau kesiapan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Kamis (9/7/2026).
Ia mendorong pemerintah daerah menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM di setiap lokasi pertandingan sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di sisi lain, Hasbullah memastikan DPRD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran penyelenggaraan PORPROV XV melalui APBD Tahun Anggaran 2026. Apabila masih terdapat kekurangan anggaran, pembahasannya akan dilakukan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada perubahan APBD.
Menurutnya, anggaran provinsi difokuskan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan, sementara kebutuhan logistik dan transportasi lokal menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota penyelenggara.
Hasbullah menegaskan PORPROV merupakan bagian penting dalam pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) sekaligus upaya mempertahankan dominasi prestasi Jawa Barat di tingkat nasional.
Ia berharap penyelenggaraan PORPROV XV Jawa Barat mampu mencapai tiga target utama, yakni sukses prestasi, sukses penyelenggaraan yang berdampak pada perekonomian masyarakat, serta sukses administrasi melalui pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.
***













Komentar