JURNAL MEDIA, BANDUNG – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung menargetkan lompatan besar dalam empat tahun ke depan di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D.
Prof. Diana resmi dilantik sebagai Rektor USB YPKP periode 2026-2030 menggantikan Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si. Pelantikan sekaligus serah terima jabatan berlangsung di Gedung Serba Guna USB YPKP Bandung, Jumat (11/9/2026).
Mengawali kepemimpinannya, Prof. Diana menetapkan tiga agenda utama, yakni membangun USB yang unggul, terhubung dan berdampak. Ketiganya menjadi pijakan untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus meningkatkan kontribusi kampus bagi dunia usaha, pemerintah dan masyarakat.
“Kepercayaan akan kita jaga melalui pelayanan, sedangkan reputasi akan kita bangun melalui prestasi. Mari wujudkan USB yang unggul, USB yang terhubung, USB yang berdampak,” kata Prof. Diana.
Salah satu target yang dicanangkannya adalah mengembalikan jumlah mahasiswa USB ke level yang pernah dicapai kampus tersebut. Prof. Diana menyebut USB pernah memiliki sekitar 20 ribu mahasiswa. Saat ini jumlah mahasiswa berada di kisaran 6.000 lebih.
“Target utama adalah membuat Sangga Buana great again, rebound. Sangga Buana pernah memiliki mahasiswa sampai 20 ribu. Itu menjadi salah satu motivasi saya,” ungkapnya.
Untuk mengejar target tersebut, USB akan memperkuat kualitas program studi, penelitian, pengabdian masyarakat dan jejaring alumni. Prof. Diana menilai alumni memiliki kekuatan besar untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kampus.
Selain jumlah mahasiswa, penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian. Prof. Diana menargetkan USB memiliki 10 guru besar pada 2030. Saat ini terdapat 19 dosen yang berada dalam masa tunggu jabatan profesor, sementara 10 di antaranya telah memenuhi syarat untuk mengajukan jabatan tersebut.
Internasionalisasi juga menjadi agenda penting. USB telah memiliki kerja sama dengan sejumlah negara, di antaranya Korea, Malaysia, Thailand, Turki dan Slovakia. Kerja sama tersebut akan diperluas dengan menjajaki Australia serta negara-negara Eropa, khususnya untuk membuka lebih banyak peluang student exchange.
Sementara itu, Ketua YPKP Prof. Ricky Agusiady menegaskan bahwa USB yang telah meraih predikat unggul harus mampu naik kelas. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari status akreditasi, tetapi juga dari kualitas lulusan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Unggul itu tidak hanya orang mencari sekolah melihat unggulnya, tapi outcome-nya, kebermanfaatannya. Apa yang diterima mahasiswa bisa langsung kerja, apa yang diterima masyarakat sekitarnya dengan adanya keberadaan lulusan dari Sangga Buana,” jelas Ricky.
YPKP juga mendorong USB untuk semakin terbuka terhadap kolaborasi, termasuk dengan perguruan tinggi negeri (PTN). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi USB sekaligus membuka peluang pengembangan akademik dan riset.
Selain penguatan akademik, YPKP tengah menyiapkan pembangunan rumah sakit sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan dan kesehatan. Proses perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), masih berjalan.
Ricky menjelaskan, rumah sakit tersebut nantinya tidak hanya dipandang sebagai fasilitas kesehatan, tetapi bagian dari ekosistem yang menghubungkan pendidikan, kesehatan dan manfaat sosial. YPKP juga membuka peluang kolaborasi dengan rumah sakit yang telah ada.
Dalam 100 hari pertama, Prof. Diana diminta melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi USB. Pemetaan itu mencakup aspek yang perlu ditingkatkan, dipelihara dan diperbaiki sebagai dasar penyusunan kebijakan.
“Dalam 100 hari kerja, dia harus bisa cepat belajar. Saya minta dengarkan. Kita bukan mengubah budaya baru, tapi meningkatkan dengan budaya baru sekarang,” ujar Ricky.
Dengan kepemimpinan Prof. Diana hingga 2030, USB YPKP Bandung diarahkan tidak hanya mempertahankan predikat unggul, tetapi juga meningkatkan jumlah mahasiswa, memperkuat kualitas program studi, menambah guru besar, memperluas jejaring internasional serta membangun ekosistem pendidikan yang memberikan manfaat lebih luas.












Komentar