JURNAL MEDIA, SOREANG — Setahun memimpin Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Ali Syakieb menyampaikan sejumlah capaian pembangunan, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga penurunan angka kemiskinan.
Pasangan yang dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025 itu mencatat IPM Kabupaten Bandung naik menjadi 76,4 poin pada tahun pertama kepemimpinan periode 2025–2030.
Angka kemiskinan turun dari 6,40 persen menjadi 6,04 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut kembali turun menjadi 5,48 persen pada 2027.
Di sektor ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) berada di angka 5,04 persen dengan inflasi daerah 1,24 persen atau lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat. Dari target 10 ribu lapangan kerja per tahun, realisasi penyerapan tenaga kerja mencapai 11.867 orang.
Infrastruktur dan Anggaran
Pemkab Bandung mencatat realisasi jalan mantap sepanjang 1.125,53 kilometer atau 85,74 persen dari total ruas jalan kabupaten. Selain itu, delapan jembatan dibangun dan 20 jembatan direhabilitasi.
Sekitar 14 persen ruas jalan yang masih rusak ditargetkan tuntas dalam tiga tahun ke depan. Untuk itu, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,4 triliun.
Namun, pada 2026 pemerintah daerah menghadapi pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari Rp3,6 triliun menjadi Rp2,6 triliun. Selisih hampir Rp1 triliun tersebut direspons dengan efisiensi belanja nonprioritas, seperti perjalanan dinas dan rapat yang tidak mendesak.
Program Prioritas
Sejumlah program prioritas tetap berjalan, di antaranya insentif bagi 17 ribu guru ngaji, pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan, Beasiswa ti Bupati (Besti), serta perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).
Pada tahun pertama periode ini, sebanyak 3.524 unit rutilahu diperbaiki. Secara kumulatif dalam 4,5 tahun terakhir, total 32.851 unit rumah telah direnovasi.
Pemkab Bandung juga menyiapkan pembangunan Bandung Bedas Convention Center di kawasan Tegalluar yang terintegrasi dengan Stasiun Tegalluar Summarecon. Saat ini proyek tersebut memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED).
Selain itu, pemerintah daerah mengakselerasi program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). ***















Komentar