JURNAL MEDIA, SOREANG — Sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung masih terdampak cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal April 2026. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan banjir, pohon tumbang, hingga kerusakan rumah dan infrastruktur di berbagai kecamatan.
Berdasarkan laporan penanganan sementara, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Baleendah, Bojongsoang, Ciparay, Katapang, Banjaran, Arjasari, Pameungpeuk, hingga Solokanjeruk. Kondisi ini merupakan lanjutan dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
BPBD Kabupaten Bandung masih melakukan asesmen di lapangan untuk memperbarui data kerusakan serta kebutuhan penanganan darurat. Tim gabungan juga dikerahkan untuk membersihkan material pohon tumbang dan memperbaiki akses jalan yang sempat terganggu.
Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat, sementara beberapa fasilitas umum seperti jalan lingkungan dan drainase turut terdampak. Di beberapa titik, genangan air juga masih terjadi akibat buruknya aliran air dan tingginya curah hujan.
Petugas BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan perangkat daerah terus melakukan penanganan cepat di lokasi terdampak guna mencegah dampak yang lebih luas. Pemerintah daerah juga memastikan distribusi bantuan darurat bagi warga yang terdampak bencana.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan, terutama di wilayah rawan banjir dan pergerakan tanah.
Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan bahwa upaya mitigasi jangka pendek dan jangka panjang akan terus diperkuat, termasuk normalisasi saluran air dan peningkatan sistem peringatan dini bencana.













Komentar