oleh

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Dorong Pers Berbasis Data dan Fakta

JURNAL MEDIA, JAKARTA — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa sebagai langkah strategis memperkuat peran pers dalam menjaga pembangunan dan kehidupan masyarakat desa. Program tersebut menjadi bentuk komitmen SMSI dalam merawat desa sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., mengatakan desa harus ditempatkan sebagai garda terdepan sekaligus etalase negara. Menurutnya, desa tidak boleh dipandang sebagai entitas yang dinomorduakan.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Pengukuhan yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, tersebut juga menjadi momentum untuk mengonfirmasi kondisi keamanan ibu kota di tengah beredarnya berbagai informasi mengenai eskalasi aksi demonstrasi.

Baca Juga  T Intouch with Toyota Remote Hadir di Innova Zenix, Gratis Langganan 3 Tahun

Keynote speaker kegiatan, Hasyim S. Djojohadikusumo, mengapresiasi langkah SMSI tersebut. Ia menilai kegiatan itu sekaligus menunjukkan bahwa Jakarta tetap aman dan kondusif.

“Saya percaya SMSI. Saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” kata Hasyim. Ia menambahkan, kehadirannya menjadi bagian dari konfirmasi sekaligus kesaksian bahwa kondisi Jakarta tetap aman dan kondusif.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa melibatkan lima provinsi sebagai pilot project, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Firdaus mengatakan program tersebut selanjutnya akan dikonsolidasikan secara serentak di seluruh provinsi.

Hasyim juga mengingatkan insan pers agar tidak menyajikan informasi yang menyesatkan. Ia menekankan pentingnya pemberitaan yang utuh serta berlandaskan data dan fakta, terutama ketika informasi tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegas Hasyim.

Baca Juga  BAZNAS Jabar Dorong Akses Air Bersih di Tasikmalaya melalui Program Pipanisasi

Menurut Hasyim, informasi yang disampaikan tanpa konteks berpotensi menimbulkan distorsi terhadap kebijakan pemerintah yang tengah menjadi prioritas. Karena itu, pihaknya berencana berdialog dengan mahasiswa dari BEM UI, UGM, dan ITB. Hasil dialog tersebut nantinya akan menjadi masukan, koreksi, dan rekomendasi bagi pemerintah.

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” ujarnya.

Hasyim Respons Positif Usulan Penguatan Gedung Dewan Pers

Dalam kesempatan tersebut, Firdaus turut menyampaikan usulan agar kondisi Gedung Dewan Pers ditingkatkan karena dinilai sudah kurang representatif untuk menunjang aktivitas organisasi pers di Indonesia.

Menurut Firdaus, Gedung Dewan Pers merupakan salah satu episentrum kehidupan pers nasional. Namun, keberadaan gedung tersebut dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh konstituen Dewan Pers secara optimal.

Baca Juga  Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan AI

Menanggapi usulan tersebut, Hasyim menyatakan respons positif dan berjanji akan menindaklanjutinya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Saya baru mendapat masukan ini sekarang. Kemarin saya baru saja bertemu dan berdialog panjang lebar dengan Menkomdigi, Meutya Hafid,” kata Hasyim.

Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari peserta yang hadir. Kegiatan pengukuhan diikuti lebih dari 100 peserta dan undangan.

Acara kemudian ditutup dengan dialog nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta sejumlah pakar ekonomi dan perbankan. Dialog berlangsung dinamis dan kritis dengan dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, guru besar PTIK.

Komentar